Sumbawa Besar — Pada Selasa, 13 Januari 2026, Ruang Rapat Hasan Umar Kantor Bupati Sumbawa menjadi lokasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Motif dan Corak Kre Alang sebagai Ekspresi Budaya Tradisional”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Samawa bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah sebagai bagian dari proses pendaftaran Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) ke Kementerian Hukum Republik Indonesia.
FGD tersebut dihadiri oleh Ketua Pajatu Adat Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa, Bapak Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., bersama Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, Ibu Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A selaku Sekretaris Majelis Adat, serta segenap pengurus dan tokoh adat lainnya. Kehadiran para pemangku adat ini dinilai penting untuk memastikan keakuratan data, nilai historis, serta makna filosofis Kre Alang sebagai warisan budaya masyarakat Sumbawa.
Dalam diskusi tersebut, dibahas secara mendalam berbagai motif dan corak Kre Alang yang selama ini hidup dan berkembang dalam tradisi masyarakat. Kre Alang tidak hanya dipandang sebagai karya seni, tetapi juga sebagai simbol identitas, nilai kearifan lokal, serta ekspresi sosial budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Sumbawa, Ibu Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa upaya pendaftaran KIK merupakan langkah strategis untuk melindungi dan mengakui kekayaan budaya daerah secara hukum. Menurutnya, perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal penting agar warisan budaya seperti Kre Alang tidak diklaim oleh pihak lain dan tetap menjadi milik masyarakat adat Tana Samawa.
Selain itu Peneliti Universitas Samawa Ibu Dr. Ieke Wulan Ayu, M.Si menegaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari proses akademik dan partisipatif, dengan melibatkan tokoh adat, akademisi, serta pemerintah daerah. Diharapkan, hasil FGD dapat menjadi dokumen pendukung yang kuat dalam pengajuan KIK ke Kementerian Hukum RI, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya tradisional Sumbawa di tengah arus modernisasi.
LATS Mengadakan Lokakarya Penerapan Nilai-Nilai Adat bagi Masyarakat Tana Samawa
LATS Gelar Sosialisasi Tata Cara Berbusana Adat Sumbawa dan Dialog Antar Etnis
LATS Sosialisasikan Tata Cara Berbusana Adat Samawa