Bertempat di Istana Dalam Loka, Sabtu, 28 Desember 2025 / 8 Rajab 1447H, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) mengadakan lokakarya bertema “Penerapan Nilai-Nilai Takit Ko Nene Kangila Boat Lenge Parenti bagi Tau ke Tana Samawa” sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur adat dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua LATS, Bapak Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., dan dihadiri oleh pengurus LATS Kabupaten dan Kecamatan, tokoh adat, serta berbagai unsur masyarakat.
Lokakarya ini menghadirkan narasumber Bapak Dr. Suharli, M.Pd., akademisi Universitas Samawa dan Bapak Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov., Ketua Dewan Adat LATS. yang membahas secara mendalam makna serta penerapan nilai-nilai adat Sumbawa agar tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam perilaku sosial masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat peran adat sebagai pedoman hidup masyarakat Tana Samawa.
Dalam sambutannya Ketua LATS mengatakan bahwa lokakarya ini bertujuan untuk memperjelas dan mengonkritkan penerapan nilai-nilai luhur adat Sumbawa agar tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam perilaku dan kehidupan sosial masyarakat.
Tidak hanya lokakarya, LATS juga melaksanakan koordinasi kegiatan LATS tingkat kecamatan. Dalam forum tersebut, Ketua LATS menekankan pentingnya pergerakan seluruh organ LATS secara sistemik dan berkelanjutan, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Koordinasi ini juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai isu sosial kemasyarakatan yang berkembang serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga harmoni sosial berbasis nilai adat.
Selain itu, Pasatotang Adat YM. Sultan Muhammad Kaharuddin IV yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Yakup Daeng Kusuma Dewa, Pariwa Adat LATS Kabupaten Sumbawa menegaskan pentingnya memperkuat silaturahmi dan pertukaran informasi lintas wilayah, khususnya antara pengurus LATS di tingkat kabupaten dan kecamatan. Melalui forum ini diharapkan terbangun komunikasi yang solid, sehingga kondisi serta berbagai persoalan di setiap kecamatan dapat dipahami secara menyeluruh.
Pasatotang Adat ini mengingatkan adanya enam prinsip kepemimpinan yang harus dijalankan dalam pemerintahan, yakni niat yang lurus untuk rakyat (Sakantap Niat Kewa), kejujuran dan keterbukaan (Bakarante Gama Kewa Benar ke Adil), Sadar Diri (To Diri-Mengas Pamikir-Guar Panangar) sebagai pemegang amanah rakyat, sikap moderat dan adil (Manang Tenga Sapa Langan Hukum Kewa Adil), penegakan hukum dan aturan, serta musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan. Melalui pesan adat tersebut, nilai-nilai kepemimpinan Sumbawa diharapkan terus dijaga dan diterapkan demi terwujudnya masyarakat yang adil, harmonis, dan bermartabat.
Menutup pesannya, Pariwa Adat LATS Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh peserta untuk terus saling memuliakan, menjaga adab, dan memperkuat persaudaraan, serta menempatkan nilai-nilai adat sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, seraya berharap seluruh ikhtiar yang dilakukan mendapat ridho Allah SWT dan membawa manfaat bagi Tana Samawa.