BERITA

Dialog Antar Etnis (KALANIS 2025): Seruan Kolektif Memerangi Narkoba di Kabupaten Sumbawa

Sabtu, 27 Desember 2025   Admin   207  

Sumbawa, 27 Desember 2025 / 7 Rajab 1447H — Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE) Kabupaten Sumbawa kembali Menyelenggarakan Acara KALANIS Tahun 2025, dimana diskusi menyoroti seriusnya ancaman peredaran narkoba yang kian masif dan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk petani dan kelompok ekonomi bawah. Dalam dialog tersebut, seluruh elemen sepakat bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat secara kolektif.

Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov., Ketua BAZNAS Sumbawa selaku pemantik diskusi dalam kegiatan Dialog Antar Etnis mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen penghuni lembaga pemasyarakatan di Sumbawa terkait dengan kasus narkoba, baik sebagai pengguna, pengedar, maupun bandar. Kondisi ini dinilai mengancam masa depan generasi muda dan akan menggerus makna pembangunan fisik yang selama ini dilakukan pemerintah. Narkoba bahkan telah menyasar petani di ladang dan digunakan sebagai alat transaksi dalam aktivitas ilegal seperti illegal logging.

Kasat Reskrim Narkoba Polres Sumbawa, Iptu Harirustaman, S.H., menanggapi bahwa peredaran narkoba di Sumbawa bersifat masif dengan wilayah pengawasan yang luas, sementara jumlah aparat terbatas. Oleh karena itu, kepedulian masyarakat, terutama di lingkungan keluarga, menjadi kunci utama pencegahan. Ia menegaskan bahwa rumah tangga adalah etalase pertama pencegahan penyebaran narkoba dan peran ibu-ibu sangat strategis dalam deteksi dini. Polres Sumbawa juga membuka hotline pengaduan narkoba selama 24 jam dan terus berkoordinasi dengan BNN.

Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Dr. M. Ikhsan Safitri,M.Si., menilai masih terdapat jarak antara aparat dan masyarakat. Menurutnya, tanpa keterlibatan masyarakat, sekuat apa pun aparat penegak hukum, pemberantasan narkoba akan sulit berhasil. Ia mengusulkan agar pemerintah mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) sebagai langkah proteksi dini.

Dialog ini juga diwarnai aspirasi dari perwakilan etnis Sasak dan Sumbawa yang menyampaikan kekhawatiran atas peredaran narkoba di kawasan bantaran sungai, ruang publik, serta perlunya pelibatan organisasi perempuan dalam upaya penyelamatan generasi muda.

Forum Kalanis menyepakati bahwa diperlukan tindakan nyata, kolaboratif, dan berkelanjutan antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh agama, pendidik, serta masyarakat untuk membangun kegelisahan kolektif dan memerangi narkoba secara bersama-sama.

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Ketua Pajatu Adat LATS Menghadiri FGD Motif dan Corak Kre Alang Dukung Pendaftaran KIK di Sumbawa

    Ketua Pajatu Adat LATS Menghadiri FGD Motif dan Corak Kre Alang Dukung Pendaftaran KIK di Sumbawa

    LATS Mengadakan Lokakarya Penerapan Nilai-Nilai Adat bagi Masyarakat Tana Samawa

    LATS Mengadakan Lokakarya Penerapan Nilai-Nilai Adat bagi Masyarakat Tana Samawa

    LATS Gelar Sosialisasi Tata Cara Berbusana Adat Sumbawa dan Dialog Antar Etnis

    LATS Gelar Sosialisasi Tata Cara Berbusana Adat Sumbawa dan Dialog Antar Etnis